Tamperaknews.my.id | Aceh Barat – Teuku Adian resmi menyerahkan berkas pencalonan sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Barat periode 2026-2030 kepada panitia penjaringan dan penyaringan di Sekretariat Panitia, Mess Atlet Desa Suak Indrapuri, Kabupaten Aceh Barat, Senin (22/6/2026).
Dalam proses penyerahan berkas tersebut, Teuku Adian hadir didampingi para pengurus cabang olahraga (cabor) yang telah memberikan rekomendasi dan dukungan kepada dirinya untuk maju sebagai calon Ketua KONI Aceh Barat.
Kehadiran para pengurus cabor tersebut menjadi bukti kuatnya dukungan yang berhasil dihimpun Teuku Adian menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Aceh Barat.
Usai menyerahkan berkas pencalonan, Teuku Adian mengatakan keputusannya maju sebagai calon Ketua KONI Aceh Barat berangkat dari dorongan dan harapan para insan olahraga di Aceh Barat untuk mewujudkan pembinaan olahraga yang lebih baik.
“Motivasi saya mendaftar hari ini yang pertama adalah dorongan dari kawan-kawan seluruh cabang olahraga. Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan dukungan dari 32 cabang olahraga,” kata Teuku Adian.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi amanah untuk melakukan pembenahan tata kelola organisasi, meningkatkan prestasi olahraga, serta memperkuat pembinaan atlet usia dini secara terstruktur dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, hingga batas waktu pendaftaran, sebanyak 32 cabang olahraga telah menyatakan dukungan dari total sekitar 34 cabang olahraga yang terdaftar di KONI Aceh Barat.
“Alhamdulillah semuanya dipermudah oleh Allah. Melalui silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan seluruh cabor, dukungan terus bertambah hingga tadi malam total 32 cabang olahraga telah memberikan dukungan,” ujarnya.
Jika dipercaya memimpin KONI Aceh Barat, Teuku Adian menegaskan fokus utama yang akan dilakukan adalah mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) serta meningkatkan jumlah cabang olahraga dan atlet yang mampu lolos dari ajang Pra PORA.
Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah memetakan kekuatan dan kelemahan cabang olahraga berdasarkan hasil evaluasi Pra PORA sebelumnya sehingga program pembinaan dapat berjalan lebih efektif.
“Target utama tentu menghadapi PORA dan Pra PORA ke depan. Kita harus membuat peta kekuatan olahraga Aceh Barat berdasarkan hasil Pra PORA sebelumnya, sehingga dapat diketahui cabang olahraga yang menjadi kekuatan dan yang masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Teuku Adian juga menilai keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia olahraga saat ini. Namun ia optimistis persoalan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga daerah.
“Tantangan hari ini tentu kondisi anggaran yang mengalami efisiensi. Namun insya Allah saya sudah memiliki solusi. Saya ingin merangkul tokoh-tokoh olahraga dan pihak-pihak yang peduli untuk bersama-sama mendukung kegiatan atlet di Aceh Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan KONI sebagai organisasi yang benar-benar hadir bagi kepentingan atlet dan kemajuan olahraga daerah.
“Saya ingin KONI benar-benar aktif, terarah, dan mampu menjadi rumah bagi atlet. Prinsip yang ingin saya bangun adalah bukan atlet untuk KONI, tetapi KONI untuk atlet,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua KONI Aceh Barat, Budi Susanto, menyatakan berkas pencalonan yang diserahkan oleh Teuku Adian telah diterima secara lengkap dan selanjutnya akan memasuki tahap verifikasi administrasi.
“Alhamdulillah berkas sudah kami terima secara lengkap. Selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi dalam tahapan tersebut sehingga kami dapat menerbitkan surat keputusan penetapan calon untuk diajukan pada Musorkab KONI Aceh Barat,” kata Budi Susanto.
Ia menjelaskan, setelah proses penerimaan berkas selesai, panitia akan melanjutkan tahapan verifikasi administrasi, penetapan calon Ketua KONI Aceh Barat, hingga penyerahan berkas kepada pimpinan sidang Musorkab yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026.
“Tahapan berikutnya adalah verifikasi, kemudian penetapan calon ketua, selanjutnya berkas akan diserahkan kepada pimpinan sidang pada Musorkab nanti,” ujarnya.
Menurut Budi, hingga berakhirnya masa pendaftaran baru satu calon yang mendaftarkan diri sebagai Ketua KONI Aceh Barat. Dengan dukungan mayoritas cabang olahraga yang telah dikantongi, peluang terjadinya pemilihan secara aklamasi cukup besar, meskipun keputusan akhir tetap ditentukan dalam forum sidang Musorkab.
“Sejauh ini baru satu calon yang mendaftar. Kemungkinan besar bisa terjadi aklamasi, namun tentu kita tetap melihat dinamika dan keputusan dalam persidangan Musorkab nanti,” jelasnya.
Ia menambahkan hasil verifikasi administrasi calon dijadwalkan akan diumumkan kepada publik pada 30 Juni 2026. Panitia berkomitmen menjaga seluruh proses penjaringan dan penyaringan berlangsung secara transparan dan objektif.
“Dari awal kami sudah membuka seluruh tahapan kepada publik melalui media, mulai dari pengumuman, proses penjaringan, verifikasi hingga penetapan calon. Semua tahapan akan kami sampaikan secara terbuka agar proses ini berjalan transparan,” katanya.
Sebagai Ketua Cabang Olahraga sekaligus bagian dari panitia penjaringan dan penyaringan, Budi berharap kepemimpinan KONI Aceh Barat ke depan mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap pembinaan dan prestasi olahraga daerah.
“Kami berharap ada perubahan yang signifikan terhadap prestasi olahraga Aceh Barat. KONI ke depan harus benar-benar hadir untuk melayani atlet. Prinsipnya adalah KONI untuk atlet, bukan atlet untuk KONI. Karena itu kami berharap calon yang terpilih nantinya memiliki visi dan misi yang jelas, loyal terhadap cabang olahraga, serta memiliki integritas yang tinggi dalam membangun olahraga Aceh Barat,” pungkasnya.
















