TAMPERAK MEWS – GORONTALO – Lambannya penyelesaian pekerjaan jalan di sepanjang Jalan Cokroaminoto, yang sebelumnya dikenal sebagai Jalan Ahmad Dahlan, mulai dari kawasan depan Gorontalo Mall hingga sekitar Toko Rumah Pernik, menuai keluhan dari berbagai kalangan. Kondisi jalan yang hingga kini belum selesai dikerjakan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, pengguna jalan, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sepanjang ruas tersebut.
Salah seorang warga yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi bentor, Zul N, mengaku sangat merasakan dampak dari kondisi jalan yang rusak dan belum kunjung selesai diperbaiki.
Menurutnya, kerusakan jalan menyebabkan kemacetan yang cukup parah hampir setiap hari. Akibatnya, waktu tempuh menjadi lebih lama dan jumlah penumpang yang dapat dilayani pun berkurang.
> “Kami yang cari nafkah di jalan sangat terdampak. Kondisi jalan rusak membuat kendaraan harus berjalan pelan, sering terjadi kemacetan, dan penghasilan kami otomatis menurun karena waktu habis di jalan,” keluh Zul kepada awak media.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi proyek. Salah seorang pedagang makanan dan minuman di kawasan Rumah Pernik mengaku usahanya mengalami penurunan akibat debu yang ditimbulkan dari kondisi jalan yang belum selesai dikerjakan.
> “Saya berjualan makanan dan minuman di depan sini. Debu yang beterbangan sangat mengganggu. Selain membuat tidak nyaman, pembeli juga jadi berkurang karena kondisi lingkungan yang kotor dan berdebu,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak pelaksana proyek dapat segera menuntaskan pekerjaan tersebut agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, pada saat peliputan tidak terlihat adanya aktivitas pekerjaan. Yang tampak hanya beberapa unit alat berat dan kendaraan operasional yang biasa digunakan dalam proyek tersebut terparkir di sekitar area pekerjaan.
Selain itu, awak media juga tidak menemukan papan informasi proyek yang lazim dipasang untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait nama perusahaan pelaksana, sumber anggaran, nilai proyek, maupun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.
Ketiadaan papan proyek tersebut menyulitkan upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak pelaksana. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti perusahaan mana yang bertanggung jawab atas pengerjaan proyek jalan tersebut.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama terkait progres pekerjaan yang terkesan terhenti dan belum memberikan kepastian kapan ruas jalan yang menjadi salah satu jalur penting di Kota Gorontalo itu akan selesai dikerjakan.
Sampai berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menelusuri dan memperoleh informasi terkait pihak pelaksana proyek serta alasan keterlambatan penyelesaian pekerjaan jalan tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus mempercepat penyelesaian proyek demi mengurangi dampak yang terus dirasakan warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
Reporter: JT
















