Berita  

MBG dan SPPG Harus Diperkuat, Pelaku UMKM, Pedagang dan Pekerja Lokal Berpeluang Tumbuh

banner 120x600
banner 468x60

Tamperaknews.my.id | Aceh Barat :  Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan harapan tambahan penghasilan bagi sejumlah pelaku usaha kecil di Kabupaten Aceh Barat.

Bagi pedagang dan pelaku UMKM, manfaat paling penting bukan hanya adanya pesanan dalam jumlah besar, tetapi terbukanya peluang pasar yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pedagang kecil selama ini menghadapi tantangan berupa fluktuasi permintaan dan harga bahan pangan. Kehadiran pasar tambahan melalui program makanan bergizi dinilai dapat membantu usaha mereka memperoleh sumber pendapatan baru.

Dewi Sartika, pelaku UMKM kuliner di Aceh Barat, mengatakan pasar yang berkelanjutan sangat penting bagi keberlangsungan usaha kecil.

“Kalau hanya ada pesanan sesekali, kami memang terbantu, tetapi belum bisa menjadi dasar untuk mengembangkan usaha. Kalau kebutuhannya berkelanjutan, kami bisa merencanakan usaha dengan lebih baik,” kata Dewi, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, kepastian permintaan membuat pelaku UMKM lebih berani menambah modal.

“Kami bisa menghitung berapa bahan yang harus dibeli, berapa tenaga kerja yang dibutuhkan dan berapa modal yang harus disiapkan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ahmad Fauzi, pedagang ayam sekaligus pemasok bahan pangan, yang mengatakan stabilitas pasar dapat membantu pedagang mengelola stok.

“Kalau permintaan jelas, kami bisa mengatur stok ayam dan berkomunikasi dengan pemasok. Pedagang tidak terlalu khawatir barang tidak terjual,” katanya.

Ia mengatakan keberadaan pasar tambahan juga dapat menjaga usaha kecil tetap bertahan.

“Pedagang kecil itu yang penting perputaran modal. Kalau modal berputar dengan baik, usaha bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Dari sektor pertanian, Irwansyah, petani sayuran di Aceh Barat, mengatakan tambahan pasar dapat membantu mengurangi ketidakpastian setelah panen.

“Petani sering memikirkan setelah panen mau dijual ke mana. Kalau ada pasar tambahan yang menyerap hasil produksi, tentu kami lebih tenang,” kata Irwansyah.

Ia berharap kerja sama dengan pelaku usaha lokal dapat dilakukan secara teratur.

“Kalau kebutuhan bisa diperkirakan, kami bisa menyesuaikan pola tanam. Jadi hasil panen tidak hanya bergantung pada pembeli di pasar harian,” ujarnya.

Sementara Sulaiman, pedagang telur, mengatakan program makanan bergizi juga dapat memberikan dampak kepada perdagangan produk peternakan.

“Telur merupakan bahan pangan yang mudah didapat dan memiliki nilai gizi. Kalau permintaannya meningkat, pedagang dan peternak tentu mendapatkan manfaat,” katanya.

Menurut Sulaiman, peningkatan permintaan juga harus diimbangi dengan pengelolaan harga yang wajar.

“Pedagang membutuhkan keuntungan, tetapi pembeli juga membutuhkan harga yang sesuai. Jadi harus ada keseimbangan agar usaha bisa berjalan lama,” ujarnya.

Para pelaku usaha menilai keberlanjutan menjadi kunci agar manfaat ekonomi MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Mereka berharap program tersebut tidak hanya menciptakan permintaan dalam jangka pendek, tetapi juga membuka pola kerja sama yang memungkinkan pelaku usaha lokal berkembang.

Dewi mengatakan pelaku UMKM pada dasarnya siap meningkatkan kualitas apabila memiliki peluang pasar.

“Kalau ada pasar, kami akan berusaha meningkatkan kualitas. Kami bisa memperbaiki kemasan, menjaga kebersihan dan meningkatkan kapasitas produksi,” katanya.

Ahmad Fauzi juga berharap pelaku usaha kecil diberi kesempatan berdasarkan kemampuan memenuhi kebutuhan.

“Kami tidak meminta semua kebutuhan harus dari pedagang kecil. Tetapi kalau kami memenuhi kualitas dan mampu menyediakan barang, tentu kami berharap diberi kesempatan,” ujarnya.

Menurut Irwansyah, manfaat ekonomi yang tercipta dapat dirasakan sampai ke tingkat keluarga.

“Kalau hasil kebun terjual, petani punya uang untuk membeli pupuk. Pedagang mendapatkan keuntungan, pekerja mendapat penghasilan. Uang itu kemudian kembali berputar di masyarakat,” katanya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari program makanan bergizi dapat berkembang menjadi sebuah rantai yang melibatkan berbagai kelompok usaha.

Bagi pelaku usaha Aceh Barat, keberadaan MBG menjadi peluang untuk mempertemukan kebutuhan pangan dengan potensi produksi masyarakat lokal. Namun, mereka berharap kesempatan tersebut dibangun dengan mekanisme yang transparan, kualitas yang terjaga dan hubungan usaha yang berkelanjutan.

“Harapan kami bukan sekadar mendapat pesanan hari ini. Kami ingin program ini bisa membuka pasar yang membuat usaha masyarakat kecil semakin kuat,” ujar Dewi.

Jika rantai pasok lokal dapat terus diperkuat, MBG berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat Aceh Barat. Dari pedagang ayam hingga petani sayur dan UMKM, setiap mata rantai memiliki peluang untuk tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan pangan bergizi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *