G.K.B.R.A.A Paku Alam Launching Batik Puspawictra

banner 120x600
banner 468x60

TAMPERAK NEWS – JAKARTA – Bertempat di Hall A, JICC Jakarta G. K. B. R. A. A Paku Alam launching Batik Puspawictra, yang merupakan karya dari Gusti Putri.

Bersamaan dengan event Puspa nuswantara – Pameran Batik Indonesia, Gusti Putri menceritakan bagaimana proses Batik Puspawictra tercipta, di acara talkshow Rabu, 8 Juni 2026.

Diceritakan Gusti Putri yang pecinta bunga, terpesona oleh aneka bunga.

Di lingkungan istana Jawa aneka bunga mengingatkan Gusti Putri pada gubahan Gending Ketawang Puspa warna yang agung dan berwibawa Keindahan bunga dan keagungan Ketawang Puspa warna mengilhami untuk mewujudkan dalam Batik Puspawictra (bunga beraneka rupa).

“Tidak hanya berakhir pada sehelai kain batik, saya juga mewujudkannya dalam wahana yang lain berupa tarian dan komposisi Gending,” ujar Gusti Putri yang telah menciptakan 193 batik.

Dalam menciptakan Batik Puspawictra, Gusti Putri memerlukan pemikiran yang matang. Mempelajari naskah-naskah kuno dan izin pada leluhur. Terpenting dari semuanya diiringi dengan do’a.

Kadipaten Pakualaman tidak hanya berdiri sebagai penjaga tradisi, melainkan juga sebuah ruang hidup tempat kebudayaan terus bertumbuh secara dinamis.

Keindahan Puspawictra diwujudkan melalui visualisasi ornamen yang sarat akan makna simbolis.
Terdapat gambar rumah, sayap (sawat), aneka bunga (mawar, melati, kenanga, kantil), serta rangkaian daun puring.

Filosofi gambar Rumah pada Batik Puspawictra merepresentasikan Kadipaten Pakualaman sebagai brayat ageng (keluarga besar), sebagai rumah tempat bernaung yang aman.

Sementara filosofi gambar Sayap (sawat) menjadi simbol perlindungan, keagungan, sekaligus kekuatan spritualitas yang senantiasa menjaga keseimbangan ekosistem budaya agar tetap lestari.

Dan gambar aneka bunga melambangkan keharuman budi pekerti, ketulusan hati dan keabadian nilai-nilai luhur.

Melalui perpaduan motif-motif tersebut Batik Puspawictra membawa pada sebuah pemahaman yang mendalam.

Karya ini berpijak pada sebuah aksioma kehidupan bahwa keindahan sejati tidak pernah bersifat monolitik.

Motif Batik Puspawictra merepresentasikan nilai keberanian, keteguhan, kelembutan dan keharmonisan melalui unsur budaya, filosofi dan estetika.

Reporter: Denny Sihombing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *