TAMPERAK NEWS – JAKARTA – 29 Juli 2026 – Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Joko Triwahyono, sosok yang dikenal sebagai pendiri LSM Laskaru (Laskar Krukut Luhur) sekaligus atlet nasional taekwondo dan wushu, meninggal dunia pada Jumat, 29 Juli 2026 pukul 08.00 WIB setelah berjuang melawan komplikasi penyakit sejak tahun 2022.
Upacara persemayaman diselenggarakan di rumah duka, Jl. Antariksa No.12 RT 09 RW 00, Cikampek, Jakarta Selatan. Jenazah akan dimakamkan pada hari yang sama, Jumat pukul 16.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Jagakarsa.
Perjalanan Hidup dan Karier
Joko Triwahyono dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat dan disiplin. Sejak muda, ia menekuni olahraga bela diri hingga berhasil menembus level nasional. Sebagai atlet taekwondo dan wushu, ia berulang kali mengharumkan nama Indonesia di berbagai kompetisi. Pertandingan terakhirnya tercatat pada PON XX Papua 2021, di mana ia tampil sebagai salah satu atlet unggulan.

Namun, kiprah Joko tidak berhenti di dunia olahraga. Ia juga aktif dalam gerakan sosial dengan mendirikan LASKARU, sebuah organisasi yang berfokus pada lingkungan hidup , pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Melalui LASKARU, ia memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil, menguatkan solidaritas komunitas, serta menanamkan nilai kepedulian sosial yang menjadi ciri khas perjuangannya.
Warisan Perjuangan
Warisan Joko Triwahyono bukan hanya berupa medali dan prestasi olahraga, tetapi juga semangat pengabdian sosial yang ia tinggalkan. “Beliau adalah inspirasi bagi kami semua. Semangatnya akan terus hidup dalam perjuangan LASKARU,” ungkap salah satu rekan aktivis.
Dari dunia olahraga, penghormatan juga mengalir deras. Seorang pelatih nasional menyampaikan, “Joko adalah contoh nyata bahwa atlet bukan hanya berjuang di arena, tetapi juga di masyarakat. Ia meninggalkan teladan yang sulit tergantikan.”
Kenangan dan Penghormatan
Kepergian Joko Triwahyono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sesama aktivis, serta komunitas olahraga Indonesia. Namun, semangat juang dan pengabdian beliau akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus.
Bagi masyarakat yang mengenalnya, Joko bukan hanya seorang atlet atau aktivis, melainkan sosok sahabat yang rendah hati, penuh perhatian, dan selalu siap membantu. Kehadirannya menjadi cahaya bagi banyak orang, dan meski kini ia telah tiada, jejak perjuangannya akan tetap hidup dalam hati mereka yang pernah bersamanya.
(Wismo)
















