Oleh: Ws. Liem Liliany Lontoh, S.Pd., S.E., M.Ag.
TAMPERAK NEWS – JAKARTA – Minggu , 26 Juli 2026 –Setiap momen peringatan Hari Lansia Sedunia mengajak kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kesibukan, lalu menengok kembali pada sosok-sosok yang pernah menuntun langkah pertama kita: kakek dan nenek. Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, keberadaan mereka bagaikan pohon tua yang tetap rindang—meneduhkan, memberi keteduhan, dan menyimpan ribuan kisah perjuangan yang tak ternilai harganya. Kerutan di wajah mereka bukan sekadar tanda usia, melainkan peta perjalanan hidup yang penuh kesabaran, pengorbanan, dan kasih tak terhingga yang ditumpahkan untuk anak cucu.
Nilai-nilai yang mereka wariskan terangkum indah dalam ajaran luhur tentang bakti dan penghormatan. Dalam kitab suci Xiao Jing ditegaskan: tubuh dan kehidupan yang kita miliki adalah titipan dari orang tua dan leluhur, sehingga merawat diri dengan baik dan berperilaku benar adalah wujud bakti yang paling awal. Menegakkan diri di jalan kebenaran dan mengharumkan nama baik keluarga adalah puncak dari rasa terima kasih kita atas segala kehidupan yang telah dipercayakan kepada kita.
Lebih jauh, ajaran itu mengingatkan bahwa di antara segala sesuatu yang ada di alam semesta, tiada yang lebih mulia daripada rasa bakti dan berbalas budi. Kemuliaan seseorang tidak diukur dari jabatan atau harta, melainkan dari hati yang tak pernah lupa dari mana ia berasal dan siapa yang telah mengantarnya sampai di titik ini. Menghormati lansia adalah cara kita menjaga sisi paling mulia dari kemanusiaan itu sendiri.
Bakti bukan sekadar ucapan, melainkan nyata dalam pelayanan sehari-hari: menghormati mereka saat berada di rumah, meladeni dengan sukacita saat memberi makan dan perawatan, serta berduka prihatin tulus saat mereka jatuh sakit. Percakapan hangat, waktu yang diluangkan, dan perhatian tulus sering kali jauh lebih berharga daripada pemberian materi yang melimpah.
Ajaran Lun Yu pun mengingatkan: orang yang berbudi luhur selalu mengutamakan hal yang mendasar. Apabila rasa hormat dan kasih kepada orang tua serta yang lebih tua sudah tegak, maka segala kebaikan dan keharmonisan akan tumbuh subur. Kasih sayang yang kita berikan kepada para lansia adalah akar dari segala cinta kasih yang kelak akan kita sebarkan kepada sesama.
Pada peringatan Hari Lansia Sedunia ini, marilah kita kembali mendekat, memegang tangan mereka, dan mendengarkan cerita-cerita mereka. Memuliakan dan merawat mereka bukanlah beban, melainkan kesempatan emas untuk melunasi sebagian rasa terima kasih kita yang tak akan pernah terbayar lunas.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, ketenangan hati, dan sukacita yang melimpah bagi seluruh kakek dan nenek di mana pun mereka berada. Selamat Hari Lansia Sedunia! Semoga kasih dan kebijaksanaan yang mereka wariskan senantiasa menjadi cahaya yang menuntun langkah kita semua.
Shanzai.
















