TAMPERAK NEWS – JAKARTA PUSAT, Sabtu, 11 Juli 2026 – Forum Komunikasi Nasional-08 (FKN-08) menegaskan perubahan peran besar ribuan relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto: tidak lagi sekadar pendukung kemenangan pemilu, melainkan mitra strategis yang siap mengawal dan mewujudkan kebijakan berlandaskan konstitusi. Hal ini disampaikan dalam Konsolidasi Rakyat yang digelar di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB ini menghimpun puluhan organisasi relawan, tokoh masyarakat, akademisi, dan inisiator FKN-08 dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Pelaksana Indria Febriansyah menjelaskan, FKN-08 dibentuk sebagai “rumah besar” koordinasi tanpa menghilangkan identitas masing-masing kelompok. “Perjuangan kita tidak berhenti saat kemenangan diraih. Sekarang tugas kita lebih berat: memastikan janji perubahan benar-benar dirasakan rakyat dan berjalan sesuai amanat negara,” ujarnya.
Dalam pidato utamanya, mantan Sekretaris Bidang Politik almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Nehemia Lawalata, S.E., menyoroti tantangan utama pembangunan: praktik “Serakahnomic” atau ekonomi yang didominasi keserakahan, monopoli, dan ketimpangan penguasaan sumber daya. Ia menegaskan pemerintahan saat ini memiliki peluang emas mengembalikan arah pembangunan ke Pasal 33 UUD 1945.
“Indonesia harus kembali pada prinsip: ekonomi dikelola bersama dan hasilnya sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Bukan untuk segelintir kelompok. Ini landasan konstitusi yang tidak boleh dikompromikan,” tegas Nehemia.
FKN-08 sendiri menerapkan pola kerja kolektif kolegial melalui Sekretariat Nasional, tanpa struktur Ketua Umum. Fokus kerja meliputi ketahanan pangan, hilirisasi industri, penguatan koperasi dan UMKM, hingga pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan nasional.
“Kami tidak hanya menunggu kebijakan dari atas. Kami siap turun ke akar rumput, mendampingi masyarakat, dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” tambah perwakilan FKN-08 H. Safrin.
Melalui pernyataan sikap bersama, seluruh peserta menyatakan dukungan penuh terhadap program pro-rakyat dan kemandirian bangsa, serta berkomitmen menjaga persatuan demi tercapainya Indonesia Emas 2045.
Reporter: Siti Sarah
















