Warga Keluhkan Penutupan Akses Menuju Masjid Al-Mustaqim di Desa Tinelo, Minta Perhatian Pemerintah

banner 120x600
banner 468x60

TAMPERAK NEWS – GORONTALO – 24 Juni 2026 – Seorang warga bernama Nila menghubungi media dan menyampaikan keluhan terkait penutupan jalan yang menjadi akses utama menuju Masjid Al-Mustaqim di Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.

Menurut keterangan yang disampaikan, akses jalan menuju masjid tersebut telah beberapa kali mengalami penutupan oleh oknum warga setempat. Namun, pada kejadian-kejadian sebelumnya, penutupan jalan hanya berlangsung kurang dari 24 jam sebelum akhirnya kembali dibuka.

Nila Danial menjelaskan bahwa penutupan terbaru dilakukan oleh oknum yang sama, yakni pasangan suami istri, sejak Sabtu, 20 Juni 2026, menjelang pelaksanaan salat Ashar. Hingga Rabu, 24 Juni 2026, akses jalan tersebut disebut masih dalam kondisi tertutup.

Akibat penutupan tersebut, para jamaah yang hendak melaksanakan ibadah salat lima waktu di Masjid Al-Mustaqim mengalami kesulitan. Jamaah terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui kawasan perumahan yang lebih jauh memutar. Selain itu, kondisi jalan alternatif tersebut dikabarkan masih rusak dan minim penerangan pada malam hari.

Menurut warga, situasi ini juga berdampak pada menurunnya jumlah jamaah yang hadir untuk beribadah di masjid. Beberapa warga yang belum mengetahui jalur alternatif bahkan terpaksa kembali pulang karena tidak dapat menemukan akses menuju masjid.

Warga juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya mediasi telah dilakukan. Mediasi tersebut melibatkan Kepala Desa Tinelo, Ketua Takmir Masjid, pengurus masjid, serta pihak kepolisian. Namun hingga saat ini, pihak yang melakukan penutupan jalan disebut masih bersikeras tidak membuka akses tersebut dengan alasan bahwa lahan yang digunakan merupakan milik pribadi mereka.

Di sisi lain, warga menyatakan bahwa lahan yang menjadi akses jalan tersebut telah dibeli pada tahun 2024 dengan nilai sekitar Rp30 juta dengan ukuran kurang lebih 3 meter x 46 meter.

Atas kondisi yang terjadi, para jamaah berharap adanya perhatian dan langkah penyelesaian dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang agar akses menuju Masjid Al-Mustaqim dapat kembali dibuka dan aktivitas ibadah masyarakat tidak terganggu.

“Kami berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat membantu menyelesaikan persoalan ini demi kelangsungan ibadah warga masyarakat di Masjid Al-Mustaqim,” ujar perwakilan jamaah melalui keterangan yang disampaikan kepada media.

Redaksi: Pemberitaan ini berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh warga. Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.

Reporter: Ka Kuhu – ZH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *