Guru SD Jatuh di Area SPBU Walang Alami Patah Tulang Rusuk, Belum Ada Kejelasan Biaya Pengobatan

banner 120x600
banner 468x60

Tamperak News – Jakarta – Nasib menimpa Lili Elviza, seorang guru sekolah dasar swasta, yang mengalami kecelakaan tragis di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Walang. Akibat peristiwa tersebut, ia menderita patah tulang rusuk dan retak, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai penanggung jawab biaya pengobatan dari pihak pengelola SPBU.

Kejadian bermula pada hari Jumat, 1 Mei 2026, Pukul 15.30 WIB, ketika Lili bersama suaminya, Burhanudin, sedang melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite. Saat hendak keluar dari area SPBU, sepeda motor yang mereka kendarai menabrak besi pintu keluar, sehingga keseimbangan hilang dan mereka terjatuh. Burhanudin menjelaskan bahwa istrinya kemudian membentur pelat baja akibat benturan tersebut.


Setelah kejadian itu, Burhanudin mengajukan pertanyaan mengenai tanggung jawab ke pihak manajemen SPBU. Namun, ia mengaku hanya mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan dari salah satu operator wanita yang bertugas. Setelah terjadi perdebatan, korban dibawa ke Klinik YAKRI, namun menurut keterangan Burhanudin, perwakilan dari pihak SPBU sempat mengatakan hal-hal yang tidak sopan dalam proses tersebut.


Kondisi ini membuat Burhanudin meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Bersatu. “Saya meminta bantuan agar istri saya mendapatkan pengobatan yang layak dari pihak pengelola,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Pemilik LBH Cakra Bersatu, Habibah binti Ganna, memberikan respon cepat dengan langsung menuju lokasi kejadian. Dalam konfirmasi yang dilakukan ke pihak manajemen SPBU yang diwakili oleh Iwan, Habibah menyampaikan bahwa pihak pengelola telah menyatakan kesediaan untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga selesai.

Dengan didampingi sejumlah awak media, pihak LBH kemudian membuat laporan kejadian ke Polres Jakarta Utara. Laporan tersebut diterima dan langsung diproses oleh kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Walang dinilai belum menunjukkan keberpihakan yang nyata. Tidak ada perwakilan yang datang menjenguk korban maupun menyelesaikan administrasi yang diperlukan. Padahal, manajemen SPBU telah membuat surat pernyataan yang menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan Lili Elviza di RSUD Koja. Namun, hingga saat ini komitmen tersebut belum diwujudkan secara nyata.

Reporter: Aji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *