Tamperak News – Bertempat di GBI Rock Depok, Senin 25 Mei 2026 Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia kota Depok mengadakan diskusi yang berjudul, “Guru yang Mengayomi, Mencerdaskan Anak Bangsa yang Berkarakter”
Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dihadiri oleh tamu undangan diantaranya Binton Nadapdap, S.Sos, M. M, M, H, (anggota DPRD Depok Komisi A), H. Wahid Suyono, S. Pd(Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok), Andreas V Wenas, M. M, MBA , tokoh pendidikan hingga berbagai organisasi masyarakat.
Dalam kata sambutannya Nick Irwan dari Departemen Advokasi DPP PEWARNA Indonesia, mengatakan, guru agama Kristen di kota Depok dalam mengajar karena panggilan. Bentuk kepedulian nyata setiap hari mengayomi, mencerdaskan anak bangsa berkarakter. Mereka adalah penjaga moral, perawat iman.

Sementara Binton Nadapdap, dari komisi A DPRD dalam kata sambutannya, mengatakan ada 24 guru agama di kota Depok harus menjaga toleransi dan menjadi saluran berkat dimanapun mereka berada.
Lebih lanjut Binton mengatakan, diskusi ini merupakan langkah tepat untuk menampung aspirasi guru agama, khususnya guru Kristiani yang selama ini masih kurang mendapat perhatian.
Kabar gembiranya Binton mengatakan, “Saya memastikan Kota Depok sudah menjadi kota toleransi. Kita sudah menyelesaikan Perda tentang HAM, naskah akademiknya sudah selesai dan tinggal menunggu pengesahan”
Menurut Binton, dalam Perda tersebut juga diatur hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan agama secara layak.
Binton yang juga Sintua di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mendorong gereja-gereja untuk menghadirkan pendeta maupun pengajar agama Kristen di sekolah-sekolah.
“Guru memiliki peran strategis sebagai pembentuk karakter dan benteng moral bangsa”, tegas Binton dihadapan tamu yang hadir.
Sementara itu, H. Wahid Suyono, S. Pd mengatakan tidak terasa 19 tahun lagi menuju Indonesia emas.
Keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan peran guru mulai saat ini.
” Kalau berhasil itu karya kita”
Lebih lanjut Wahid Suyono mengatakan kurangnya guru di semua bidang pendidikan. Dikarenakan guru pensiun, minim penggantinya.
“Mudah-mudahan ada formula baru pengangkatan guru di Indonesia,” ungkapnya.
Terkait kesejahteraan guru, Wahid menegaskan Pemerintah Kota Depok terus berupaya meningkatkan perhatian kepada tenaga pendidik, termasuk guru PPPK dan guru swasta.
Wahid mengajak guru agama Kristen mengikuti program sertifikasi guru agar memperoleh peningkatan kesejahteraan.
Ketua PEWARNA Indonesia Kota Depok Christin mengungkapkan rasa syukurnya acara sudah terlaksana dengan lancar. Diskusi berlangsung dengan hangat. Diharapkan kedepannya lahir kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, gereja dan dunia pendidikan.
Reporter: Denny Sihombing
















