Tamperak News – Jakarta – Minggu 24 Mei 2026 – Bertempat di BIC Morula, Auditorium Rizal Sini lantai 4, Jakarta suasana auditorium dipadati oleh para orangtua yang ingin mendapatkan pengetahuan tentang vaksin.
Hadir sebagai narasumber Dr.dr Mulya Rahma Karyanti Sp.A, Subsp. Inf. P.T(K), M,Sc,Ph.D.
Kenapa Anak Harus Divaksin?
Karena anak sistem imun belum sempurna, dimana tubuh si kecil masih belajar mengenali kuman. Untuk itu vaksin memperkuat pertahanan tubuhnya.
Dengan di vaksin anak terlindungi dari 26 penyakit, lindungi orang sekitar dan tentunya hemat biaya dan waktu.
Anak yang tidak divaksin lebih mudah terkena penyakit. Seperti di sekolah, penyakit lebih mudah menular.
Influenza, Difteri, Tifoid, penyakit tangan kaki mulut (HMD) dan diare juga cacar air.
Hal ini rentan karena anak-anak berkumpul dalam jumlah besar dan kontak erat.
Daya tukar virus pada anak lebih tinggi dan lebih lama dibanding orang dewasa.
Mengapa Vaksin Flu Perlu Setiap Tahun?
Virus flu terus berubah, kekebalan menurun.
Penting diketahui bahwa influenza ada di Indonesia sepanjang tahun. Walaupun tidak ada musim dingin, virus flu bersirkulasi terus menerus di Indonesia.
Penting sekali anak-anak untuk mengikuti jadwal vaksin sesuai dengan perkembangan usianya.
3 penyakit serius yang dapat dicegah dengan satu vaksin yaitu: Difteri, Pertusis, Tetanus.
Untuk difteri gejalanya sakit tenggorokan, suara serak, demam dan lemas. Penularannya lewat batuk, bersin dan kontak luka kulit.
Pertusis yang sering disebut dengan “Batuk 100 Hari”, dimana batuk panjang berat yang penularannya lewat udara dan sangat menular.
5-7 tahun adalah usia Emas Booster Pra Sekolah, disinilah anak-anak perlu vaksinasi booster. Untuk mencegah 3 penyakit yang telah disebutkan diatas.
Jika Vaksin Terlambat Apakah Masih Bisa?
Pertanyaan ini ditayangkan oleh orangtua yang hadir.
Dokter yang bertugas di RS.Bunda Jakarta mengatakan untuk para orangtua tidak perlu khawatir kalau ada yang terlewat.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengizinkan imunisasi kejar (catch-up) hingga usia 18 tahun. Dokter akan menyesuaikan jadwal dengan riwayat dan usia anak.
3 Langkah mudah Catch-up dengan cek riwayat (kartu vaksin anak), konsultasi dokter dan vaksinasi kejar (beberapa vaksin sekaligus dimungkinkan).
Diakhir acara Dr. dr Mulya Rahma membagi tips agar anak berani vaksin yaitu:
Orangtua harus jujur pada anak
Cerita lewat buku/video
Bawa mainan favorit
Beri rewards
Alihkan perhatian
Berikan pelukan
Penting sekali perlu ingat ayah & bunda, Vaksinasi adalah cara efektif untuk mencegah penyakit infeksi berat. Ikuti jadwal IDAI terbaru dan lengkapi vaksinasi anak.
2,5 juta kematian dapat dicegah lewat vaksinasi. (D/s)
Reporter: Denny Sihombing
















