Biaya Revitalisasi Puluhan Juta per Meter Dipersoalkan, Pedagang Pasar Sunter Podomoro Minta Solusi

banner 120x600
banner 468x60

TAMPERAK NEWS – JAKARTA UTARA – Sabtu, 8 Agustus 2026 –  Rencana revitalisasi Pasar Sunter Podomoro di Jalan Sunter Karya Utara, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapat sorotan dari sejumlah pedagang.

Persoalan utama yang dipertanyakan pedagang adalah dasar pelaksanaan revitalisasi serta besaran biaya yang harus mereka tanggung. Informasi yang diterima pedagang menyebutkan biaya revitalisasi mencapai Rp49 juta per meter untuk los bawah dan Rp39 juta per meter untuk los atas.

Randi, salah satu perwakilan pedagang, mengatakan para pedagang membutuhkan penjelasan secara terbuka mengenai dasar penetapan biaya tersebut.

“Pedagang mempertanyakan dasar revitalisasi. Kondisi pasar saat ini juga sedang sepi, sementara biaya yang ditawarkan cukup besar,” ujar Randi, Kamis (7/8/2026).

Randi mengaku mendapat kuasa dari sejumlah pedagang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta penjelasan kepada pihak manajemen pasar.
Menurutnya, persoalan revitalisasi Pasar Sunter Podomoro bukan kali pertama dibahas. Rencana serupa, kata Randi, sudah pernah muncul sekitar tahun 2012. Saat itu,

sejumlah pedagang juga sempat menyampaikan keberatan, terutama terkait besaran biaya revitalisasi.

Di sisi lain, salah satu anggota Tim 18 yang disebut ditunjuk pihak manajemen membenarkan bahwa rencana revitalisasi masih akan berjalan dengan nilai yang disampaikan kepada pedagang, yakni Rp39 juta per meter untuk los atas dan Rp49 juta per meter untuk los bawah.

“Tim 18 membantu sosialisasi kepada pedagang. Untuk mekanismenya, setahu saya melalui tender. Ada pedagang yang setuju karena pasar memang perlu pembaruan, tetapi ada juga yang keberatan karena harganya dianggap memberatkan,” ujarnya.

Keberatan juga disampaikan salah seorang pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia menilai kondisi pasar yang sedang sepi menjadi salah satu alasan pedagang kesulitan memenuhi biaya revitalisasi.

“Yang memberatkan karena kondisi pasar sekarang sepi. Duitnya juga tidak ada. Jadi kami berharap ada solusi dari pemerintah,” katanya.

Para pedagang berharap pihak manajemen Pasar Sunter Podomoro bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membuka informasi secara transparan terkait dasar revitalisasi, mekanisme pelaksanaan, proses pengadaan atau tender, rincian komponen biaya, serta skema pembayaran yang akan diterapkan kepada pedagang.

Pedagang juga berharap adanya ruang dialog agar rencana revitalisasi tidak semakin membebani pelaku usaha yang saat ini masih menghadapi kondisi pasar yang sepi.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak manajemen Pasar Sunter Podomoro terkait dasar penetapan biaya, mekanisme revitalisasi, serta tanggapan atas keberatan sejumlah pedagang.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen, pengelola, maupun pihak terkait lainnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Reporter: Aji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *