TAMPERAK NEWS – GORONTALO – Sebanyak 15 orang pengurus beserta sejumlah organ di tubuh DPN Digdaya Perwakilan Netizen resmi menyatakan mengundurkan diri dari organisasi yang selama kurang lebih 10 bulan menjadi wadah pengabdian mereka kepada masyarakat. Keputusan tersebut diambil setelah muncul polemik internal yang dinilai berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Para pengurus menegaskan bahwa keputusan untuk mundur bukanlah hal yang mudah. Namun, mereka mengaku tidak ingin perbedaan pandangan dengan salah satu organ di tubuh DPN berujung pada terhambatnya ruang pengabdian serta pelayanan bagi masyarakat yang selama ini mereka jalankan.
Selama hampir satu tahun berdiri, DPN Digdaya Perwakilan Netizen disebut telah memperoleh berbagai apresiasi dari masyarakat, khususnya dari warga yang merasakan langsung manfaat pendampingan sosial, advokasi, dan bantuan kemanusiaan yang diberikan organisasi tersebut.
Pengawas DPN, Jefry Taha, yang akrab disapa Yoker, mengatakan keputusan meninggalkan DPN merupakan langkah yang sangat berat. Meski demikian, menurutnya kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Sesungguhnya sangat berat bagi kami meninggalkan DPN. Namun kami tidak ingin hanya karena keangkuhan seseorang, para pencari keadilan yang selama ini menaruh harapan kepada kami justru menjadi korban. Pelayanan kepada masyarakat sempat terhenti akibat polemik internal, dan kami tidak ingin kondisi itu terus berlarut,” ujar Yoker kepada awak media.
Ia menjelaskan, sebanyak 15 orang pengurus, termasuk Ketua DPN Sitti Magfirah Makmur, akhirnya sepakat mengundurkan diri dan segera berinisiatif membentuk wadah baru agar aktivitas sosial, kemanusiaan, serta pendampingan hukum kepada masyarakat dapat terus berjalan.
“Hari ini, Alhamdulillah, kami mendeklarasikan berdirinya LENTERA NETIZEN INDONESIA sebagai rumah pengabdian yang baru. Organisasi ini kami hadirkan agar tetap dapat melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan sekaligus menjadi ruang pengabdian bagi seluruh anggota yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Melalui deklarasi tersebut, para pendiri berharap LENTERA NETIZEN INDONESIA mampu menjadi organisasi yang profesional, independen, dan konsisten dalam menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, advokasi, serta kegiatan lain yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar LENTERA NETIZEN INDONESIA dapat terus solid, amanah, dan bertanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas pengabdian demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat luas.
RED
















