KADIN Kalteng Gelar MUSPROV Ke VIII : “Sinergi Dunia Usaha Wujudkan Kalteng Berkah. Maju dan Sejahtera”

banner 120x600
banner 468x60

TAMPERAK NEWS – PALANGKA RAYA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Tengah gelar Musyawarah provinsi (Musprov) ke VII di Ballroom West in Hotel, Batang Garing, Palangka Raya. Mengusung tema “Sinergi Dunia Usaha untuk mewujudkan Kalteng Berkah, Maju dan Sejahtera” (Produktif, Berkelanjutan, Berdaya Saing)

Salah satu agenda Musyawarah adalah pergantian kepemimpinan KADIN yang sudah berjalan lima (5) tahun. “Musprov adalah mekanisme organisasi lima tahunan dalam kepemimpinan”,ujar H. Rahmat Nasution Hamka, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Hamka, saat ini baru ada satu calon tunggal. “Teman-teman KADIN di Kabupaten Kota mencalonkan dan meminta kepemimpinan ini dilanjutkan,”ujarnya. Usai break untuk sholat jumat berjamaah, Musprov akan dilanjutkan dan bila diputuskan hasilnya maka malam nanti akan dilantik oleh Ketua Umum KADIN Pusat Anindya Novyan Bakrie.

Menjawab pertanyaan awak media terkait efisiensi yang dijalani pemerintah Provinsi Kalteng, Hamka menjelaskan efisiensi perlu dilakukan dalam rangka mengerjakan program yang prioritas, “jadi nggak ada masalah dengan efisiensi,”katanya. Sementara terkait apakah dimungkinkan dibangunnya kawasan Industri di Kalimantan Tengah, Hamka menjawab sangat mungkin dibangun kawasan Industri, untuk itu terus didorong usaha-usaha Industri produksi yang nantinya akan dibuatkan dalam satu kawasan.
Sementara hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Wagub Edy Pratowo membuka Musyawarah KADIN Provinsi Kalteng. Hadir pula Forkompimda, yaitu Kodam XII Tanbun Bungai, Kejati Kalteng, Binda Kalteng.

Pesan Gubernur Agustiar, KADIN sebagai mitra strategis dalam mendorong perekonomian daerah melalui dunia usaha. Bahkan dalam Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) diberikan isentif permodalan bagi tumbuhnya Wirausaha baru. “Pemerintah provinsi berharap KADIN Kalteng dapat bekerjasama dalam membuka jalur transportasi perdagangan melalui pelabuham-pelabuhan yang selama ini sudah ada. Semisal Pelabuhan Batanjung belum difungsikan di Kapuas.
Pelabuhan Bahaur yang saat ini hanya untuk penyebrangan saja.
“Mendorong potensi yang ada untuk menggerakan ekonomi lebih luas lagi, ujar Edy.

Lebih lanjut Edy mendukung program hilirisasi yang KADIN Kalteng akan kerjakan. “KADIN Kalteng bisa menjembatani Perusahan besar untuk bisa menjalankan hilirisasi salah satu produk turunan sawit semisal sabun, coklat permen dan lainnya, bukan hanya produksi CPO saja,” pungkas Edy.

Dilaporkan oleh Thomson

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *