Tamperaknews.my.id | Aceh Jaya – Sekretaris Komisi IV DPRA, H. Hendri Muliana, memberikan teguran keras kepada rekanan yang sedang mengerjakan proyek peningkatan jalan di lintasan nasional Banda Aceh–Meulaboh, tepatnya di kawasan Jembatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.
Teguran tersebut disampaikan menyusul adanya pengerukan badan jalan yang menyisakan dua lubang cukup dalam tanpa penanganan yang memadai. Kondisi itu dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, terlebih jalur tersebut merupakan salah satu lintasan nasional dengan volume kendaraan yang tinggi setiap harinya.
“Saya meminta rekanan pelaksana agar tidak hanya fokus mengejar target pekerjaan, tetapi juga mengutamakan keselamatan masyarakat. Jangan sampai kelalaian dalam pelaksanaan proyek justru mengancam nyawa para pengguna jalan,” tegas H. Hendri Muliana, Jumat (2/7/2026).
Menurutnya, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa baru-baru ini telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal di lokasi tersebut. Sebuah mobil Toyota Avanza mengalami kerusakan cukup parah setelah diduga menghantam lubang bekas pengerukan di badan jalan.
“Kejadian ini harus menjadi peringatan serius. Jangan menunggu ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan atau pemasangan rambu pengaman. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek,” ujarnya.
H. Hendri Muliana menilai setiap pekerjaan di jalan nasional wajib memenuhi standar keselamatan kerja, termasuk memasang rambu-rambu peringatan yang jelas, lampu penerangan pada malam hari, serta segera melakukan penutupan atau perataan kembali bekas galian apabila pekerjaan belum dapat diselesaikan.
Sebagai Sekretaris Komisi IV DPRA yang membidangi infrastruktur, ia juga meminta instansi terkait serta pihak pengawas proyek untuk segera turun ke lapangan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut.
“Kami tidak ingin proyek yang bertujuan meningkatkan kualitas jalan justru berubah menjadi sumber kecelakaan. Rekanan harus bertanggung jawab terhadap kondisi lapangan selama pekerjaan berlangsung,” katanya.
Ia berharap pihak pelaksana segera mengambil langkah cepat dengan memperbaiki kondisi jalan yang telah dikeruk, memasang perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, serta memastikan arus lalu lintas tetap aman bagi seluruh masyarakat yang melintasi jalur Banda Aceh–Meulaboh.
“Atas nama masyarakat, saya meminta agar persoalan ini segera ditangani. Keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikorbankan dengan alasan apa pun. Jika ditemukan adanya kelalaian, tentu harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait,” tutup H. Hendri Muliana.
















