TAMPERAK NEWS — JAKARTAUTARA – Sebuah rumah tinggal milik Ibu Ali yang juga dihuni anaknya, Ibu Linda, sekaligus digunakan sebagai tempat usaha penjualan bensin eceran, hangus terbakar di kawasan Jalan Inspeksi Kali Sunter, Kelurahan Rawa Badak, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Selasa malam, 2 September 2026.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.21 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata dan warga sekitar, api diduga bermula dari ledakan kompor gas di bagian dapur. Percikan api kemudian menyambar galon penampungan bensin yang berada di sekitar lokasi dan diduga mengalami kebocoran.
Saat kejadian, penghuni rumah disebut sedang beraktivitas mengantarkan pesanan bensin sehingga tidak mengetahui bahwa rumah mereka mulai terbakar.
Ledakan kompor gas tersebut menimbulkan kobaran api yang dengan cepat membesar. Bensin yang diduga tumpah dari galon penampungan membuat api semakin sulit dikendalikan dan kemudian merambat ke sejumlah bagian rumah.
Asap tebal dan kobaran api terlihat dari kejauhan. Warga yang panik segera berupaya menjauh dari lokasi karena khawatir api menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.
“Kami mendengar suara ledakan yang sangat keras, kemudian terlihat api besar menjulang tinggi. Informasinya, kompor gas meledak dan api menyambar galon berisi bensin yang bocor. Api cepat membesar karena ada bensin yang tumpah,” ungkap seorang tetangga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Mendapat laporan dari warga, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara langsung mengerahkan 11 unit mobil pemadam kebakaran dengan 66 personel ke lokasi.
Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan upaya penyekatan agar kobaran tidak merambat ke bangunan di sekitar lokasi. Setelah sekitar 30 menit penanganan, api berhasil dilumpuhkan dan dinyatakan padam.
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan serta pemeriksaan terhadap sisa bangunan guna memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dalam penanganan tersebut, api sempat mengancam rumah warga di sekitar lokasi. Namun, upaya cepat petugas pemadam berhasil mencegah kobaran meluas ke bangunan lainnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan ledakan kompor gas yang kemudian menyulut kebocoran bensin dari galon penampungan. Penyimpanan bahan bakar di area hunian, khususnya di dekat sumber api, diduga menjadi faktor yang memperparah kobaran.
Perwakilan Gulkarmat Jakarta Utara di lokasi mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan bahan bakar mudah terbakar di dalam rumah.
“Ledakan kompor gas memicu penyulutan kebocoran bensin yang disimpan di galon. Uap bensin di ruang tertutup dapat membuat api membesar dengan cepat. Penyimpanan bensin di area hunian sangat berisiko,” ujarnya.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan bahan mudah terbakar seperti bensin, solar, maupun minyak tanah di dalam rumah, terlebih di area dapur yang berdekatan dengan sumber api.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan Ibu Linda agar tidak menampung dan menyimpan bensin di dekat dapur tempat memasak. Namun, menurut warga, teguran tersebut disebut tidak diindahkan.
Warga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius dan tidak kembali terjadi. Mereka juga meminta adanya kesadaran mengenai bahaya penyimpanan bahan bakar di lingkungan permukiman, mengingat risiko kebakaran dapat mengancam keselamatan penghuni maupun rumah-rumah di sekitarnya.
Peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan bahan yang mudah terbakar serta memastikan sumber api berada jauh dari bahan bakar dan material berbahaya.
Reporter: Aji
















