TAMPERAK NEWS – GORONTALO – 22 Agustus 2026 – Musyawarah Besar (Mubes) Pengurus Besar Ikatan Alumni SMPPN 56/SMA Negeri 3 Gorontalo akan digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, bertempat di Blue Diamond Resto, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, mulai pukul 09.00 WITA.
Mubes tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar alumni untuk melakukan konsolidasi sekaligus menentukan arah perjalanan organisasi untuk lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Kembali ke Rumah Almamater: Merawat Kenangan, Mengukir Karya Bersama,” Mubes diharapkan tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, tetapi menjadi ruang untuk membangun kontribusi nyata bagi alumni, almamater, masyarakat, dan daerah.
Rumuskan Arah IKA Lima Tahun ke Depan
Salah satu agenda penting dalam Mubes adalah mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah, program, serta tujuan PB IKA untuk periode lima tahun mendatang.
Kepengurusan yang nantinya terbentuk diharapkan mampu memperkuat persatuan alumni dari berbagai angkatan dan generasi, termasuk menyatukan kembali kekuatan alumni SMPPN 56 dan SMA Negeri 3 Gorontalo.
Dua Figur Bersaing sebagai Ketua Umum
Selain membahas program organisasi, Mubes juga akan menjadi arena demokrasi alumni untuk memilih Ketua Umum PB IKA yang baru.
Dua figur yang akan berkompetisi disebut merepresentasikan dua kekuatan besar dalam sejarah almamater.
Roem Pagau, Bupati Boalemo, tampil sebagai representasi alumni SMPPN 56, yang memiliki sejarah sekitar 10 angkatan.
Sementara Fanly Katili, S.Pd., S.H., M.H., advokat Gorontalo, tampil sebagai representasi alumni SMA Negeri 3 Gorontalo, dengan jumlah alumni yang lebih besar dan berasal dari lintas generasi.
Kontestasi tersebut diharapkan tidak dipandang sebagai pertarungan antarkelompok, melainkan sebagai kompetisi gagasan untuk menentukan pilihan terbaik bagi masa depan IKA.
Semangat yang diharapkan tetap dikedepankan adalah:
“Hadir untuk Bersanding, Bukan Ingin Bertanding.”
Dukungan terhadap Fanly Katili Disebut Menguat
Menjelang pelaksanaan Mubes, dinamika dukungan terhadap kedua calon juga semakin berkembang.
Fanly Katili yang pada awalnya dipandang oleh sebagian kalangan hanya sebagai calon pelengkap, dalam perkembangannya disebut memperoleh dukungan yang semakin menguat, khususnya dari alumni lintas generasi dan kalangan milenial.
Dinamika tersebut kemudian mendorong Fanly untuk tampil lebih serius dalam kontestasi Ketua Umum PB IKA.
Meski demikian, seluruh proses pemilihan diharapkan tetap berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjunjung tinggi persatuan alumni.
Fanly: Bukan Sekadar Mencari Ketua Umum
Dalam pesannya, Caketum PB IKA Fanly Katili menegaskan bahwa Mubes tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang akan memenangkan kontestasi.
“Mubes bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang apa yang akan dilakukan setelah kemenangan itu.”
Menurutnya, yang dicari bukan sekadar seorang Ketua Umum, tetapi sosok pemimpin yang mampu menjadikan IKA sebagai rumah besar alumni yang solid, produktif, serta mampu menghasilkan karya nyata.
Terlepas dari siapa yang nantinya terpilih, Mubes diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh unsur alumni.
Sebab setelah kontestasi berakhir, seluruh perbedaan pilihan diharapkan kembali melebur dalam satu rumah besar:
IKA SMPPN 56/SMA Negeri 3 Gorontalo.
Mubes bukan akhir dari sebuah persaingan, tetapi awal dari babak baru untuk bersama-sama mengabdi kepada almamater, alumni, masyarakat, dan daerah.
Reporter : Tamperaknews Gorontalo
















