TAMPERAK NEWS – GORONTALO – 14 Agustus 2026 – Ada sebuah mimpi sederhana dari seorang anak kecil bernama Aisyah: ingin bisa mendengar suara di sekelilingnya.
Namun, untuk mewujudkan mimpi itu, Aisyah harus menghadapi perjuangan yang tidak sederhana.
Kisah Aisyah kembali mendapat perhatian setelah sang ibu, Devi Yusuf, menceritakan perjalanan panjang yang harus dilalui putrinya untuk mengetahui kondisi pendengarannya.
Dalam keterangannya, Devi mengungkapkan bahwa awalnya keluarga mulai menyadari adanya masalah ketika Aisyah tidak lagi merespons saat dipanggil maupun ketika mendengar suara keras. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui terdapat masalah pada kedua telinga Aisyah.
Pemeriksaan lebih lanjut kemudian dilakukan. Bahkan keluarga harus membawa Aisyah ke luar daerah karena sejumlah pemeriksaan membutuhkan peralatan yang belum tersedia di Gorontalo.
Hasil pemeriksaan menjadi pukulan berat bagi keluarga.
Aisyah dinyatakan mengalami gangguan pendengaran berat. Dokter kemudian menyarankan penggunaan alat bantu dengar sebagai salah satu upaya awal. Namun jika tidak memberikan respons yang diharapkan, Aisyah berpotensi membutuhkan implan koklea.
Di sinilah perjuangan keluarga semakin berat.
Biaya implan koklea yang disebut dapat mencapai ratusan juta rupiah untuk satu telinga, menjadi tantangan besar bagi keluarga Aisyah.
Namun keluarga tidak menyerah.
Devi kemudian memberanikan diri membuka donasi. Dengan harapan ada tangan-tangan baik yang bersedia membantu Aisyah mengejar mimpinya.
Devi juga menghubungi Zainudin Hadjarati untuk meminta bantuan menyebarluaskan informasi penggalangan dana tersebut.
Gayung bersambut.
Informasi mengenai perjuangan Aisyah kemudian dibagikan oleh banyak orang. Dukungan dari masyarakat pun mulai berdatangan hingga terkumpul sekitar Rp73 juta, yang rencananya digunakan sebagai uang muka untuk kebutuhan operasi Aisyah di Jakarta.
Bagi sebagian orang, mungkin angka tersebut terlihat besar.
Namun bagi Aisyah dan keluarganya, perjalanan masih panjang.
Karena itu, DPN – Digdaya Perwakilan Netizen berharap kekuatan netizen tidak berhenti sampai di sini.
DPN percaya bahwa ketika ribuan orang bergerak bersama, sesuatu yang terasa mustahil bisa menjadi kenyataan.
Satu orang mungkin hanya mampu membantu sedikit. Tetapi jika ribuan hati tergerak, sedikit demi sedikit dapat berubah menjadi harapan besar.
Bayangkan suatu hari nanti Aisyah dapat mendengar suara ibunya.
Mendengar suara ayahnya.
Mendengar suara orang-orang yang selama ini mencintainya.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya, mendengar seseorang berkata:
“Aisyah, kamu tidak sendirian.”
Itulah mimpi yang sedang diperjuangkan.
DPN mengajak masyarakat, para netizen Gorontalo dan siapa pun yang tergerak hatinya untuk ikut menjadi bagian dari perjuangan Aisyah.
Tidak harus menunggu menjadi orang kaya untuk membantu.
Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu, atau berapa pun yang mampu diberikan, jika dilakukan bersama-sama, insyaallah akan menjadi kekuatan besar.
Bahkan jika belum mampu berdonasi, membagikan informasi tentang perjuangan Aisyah juga merupakan bentuk kepedulian.
DPN berharap kekuatan netizen dapat kembali menunjukkan bahwa kepedulian masih hidup.
Bahwa masih ada tangan-tangan yang mau membantu.
Bahwa masih ada hati yang tergerak ketika melihat seorang anak kecil berjuang mendapatkan kesempatan untuk mendengar.
Mari bersama-sama bantu Aisyah mewujudkan mimpinya.
Semoga Allah SWT memudahkan seluruh proses pengobatan Aisyah, mencukupkan kebutuhan dananya, memberikan kesehatan serta membuka jalan agar Aisyah dapat segera mendapatkan penanganan terbaik.
DPN — Digdaya Perwakilan Netizen
SUARA NETIZEN • KAWAL KEADILAN • BELA RAKYAT
DPN berharap kekuatan netizen dapat menjadi jembatan bagi Aisyah untuk meraih mimpi sederhananya: MENDENGAR.
Red
















