RDP DPRD Gorontalo Belum Hasilkan Solusi, Pembayaran Sopir Rental Penas XVII Masih Tak Jelas

banner 120x600
banner 468x60

TAMPERAK NEWS – GORONTALO – Senin, 03 Agustus 2026 – Persoalan tunggakan pembayaran sewa kendaraan yang digunakan pada pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVII di Gorontalo hingga kini belum menemukan penyelesaian. Puluhan sopir rental asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah masih menunggu kepastian atas hak mereka yang belum dibayarkan.

Para sopir mengaku tetap bertahan di Gorontalo karena belum menerima pembayaran dari pihak penyelenggara. Mereka khawatir kembali ke daerah asal tanpa membawa hasil, mengingat kendaraan yang digunakan merupakan milik perusahaan maupun pemilik rental yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kami sudah menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan. Namun sampai kegiatan selesai, pembayaran belum juga kami terima. Kami tidak bisa begitu saja pulang karena harus mempertanggungjawabkan kendaraan kepada pemilik rental,” ujar salah seorang sopir.

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya. Menurut mereka, berbagai upaya untuk meminta kepastian pembayaran telah dilakukan, tetapi hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan kewajiban tersebut akan diselesaikan.

Untuk mencari jalan keluar, DPRD Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi I dan Komisi II pada Senin (3/8/2026). Rapat tersebut menghadirkan perwakilan sopir rental, panitia penyelenggara Penas KTNA XVII, serta sejumlah instansi pemerintah terkait.

Dalam forum tersebut, para sopir menyampaikan kronologi keterlambatan pembayaran sekaligus meminta DPRD memfasilitasi penyelesaian persoalan. Namun, RDP belum menghasilkan keputusan yang memberikan kepastian mengenai waktu pelunasan tagihan sewa kendaraan.

“Kami berharap rapat ini menghasilkan solusi. Yang kami inginkan hanya hak kami dibayarkan agar bisa kembali ke keluarga tanpa meninggalkan persoalan dengan pemilik kendaraan,” kata salah seorang sopir usai mengikuti RDP.

Belum adanya kepastian pembayaran membuat puluhan sopir dari luar daerah tersebut masih harus bertahan di Gorontalo. Selain menanggung biaya hidup sehari-hari, mereka juga menghadapi risiko bertambahnya beban operasional selama menunggu penyelesaian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia penyelenggara Penas KTNA XVII belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai penyebab tertundanya pembayaran maupun jadwal pasti pelunasan kepada para penyedia jasa transportasi.

Redaksi : Yoker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *