Pelayanan Pelni di Pelabuhan Semayang, Balikpapan Buruk, Pelni Diharap Tinjau Sistem Pemberian Tiket dan Tingkatkan Kedisiplinan Petugas

banner 120x600
banner 468x60

Tamperak News – Balikpapan, Kaltim – Kamis (4/12/2025) – Musim mudik Nataru (Natal dan Tahun Baru) memasuki bulan Desember 2025 menjadi momen yang ditunggu banyak orang, termasuk mereka yang bergantung pada kapal Pelni sebagai sarana perjalanan.

Namun, di Pelabuhan Semayang Balikpapan, kedewasaan pelayanan menjadi sorotan setelah muncul kasus pilih kasih dalam pemberian tiket kapal.

Kasus ini diungkapkan langsung oleh Hesti, salah satu penumpang yang merasa dirugikan setelah menghabiskan waktu lama dalam antrian.

Menurut keterangan Hesti, ia dan teman-temannya telah datang jauh hari dan mengantri dengan penuh kesabaran, mengikuti semua aturan yang ditetapkan oleh pihak Pelni. Antrian yang panjang menjadi hal yang wajar di musim pemudik, sehingga ia sudah bersiap menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan tiket pulang ke kampung halaman. Harapan itu, ternyata tidak terwujud dengan baik.

Kesal Hesti muncul ketika ia melihat orang lain yang tidak mengantri atau baru saja datang, malah lebih cepat mendapatkan tiket dibandingkan dirinya yang sudah menunggu lama. “Saya sudah antri loh, justru yang lain dapat tiket,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hal ini membuatnya yakin bahwa ada unsur pilih kasih yang dilakukan oleh petugas Pelni di lokasi tersebut.

Sebagai lembaga negara yang berperan sebagai “pengayom masyarakat”, Pelni seharusnya memberikan pelayanan yang adil dan sama bagi semua penumpang, tanpa memandang latar belakang atau hubungan.

Menurut Hesti, pilih kasih yang terjadi adalah pelanggaran terhadap prinsip kesetaraan yang seharusnya menjadi dasar pelayanan publik. Hal ini tidak hanya merugikan penumpang yang patuh aturan, tetapi juga merusak citra institusi Pelni itu sendiri.

Kecewa yang dirasakan Hesti tidak hanya karena tidak mendapatkan tiket dengan cepat, tetapi juga karena perlakuan yang tidak adil yang membuatnya merasa tidak dihargai.

Ia menyatakan bahwa penumpang yang antri berjam-jam telah memberikan kesabaran yang luar biasa, dan pihak Pelni seharusnya menghargai itu dengan memberikan pelayanan yang disiplin dan adil.

Dalam kesempatan yang sama, Hesti mengajak pihak Pelni untuk meninjau kembali sistem pemberian tiket dan meningkatkan kedisiplinan petugasnya. Ia berharap agar kasus pilih kasih tidak terulang lagi, terutama di musim pemudikan yang sudah cukup penuh dengan tantangan sendiri. Perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap petugas juga dianggap penting untuk memastikan pelayanan yang baik.

“Semoga Pelni ke depan lebih disiplin lagi,” harap Hesti. Kasus pilih kasih di Pelabuhan Semayang Balikpapan menjadi pengingat bagi pihak Pelni untuk memperbaiki kualitas pelayanan, terutama di masa mudik yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan keadilan. Harapan semua penumpang adalah dapat mendapatkan tiket dengan cara yang benar dan merasa diperlakukan dengan hormat.

Reporter: Von

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *