Tamperak News – Medan – Kamis, 27 November 2025 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Medan sejak Selasa tanggal 25 hingga siang hari ini, menyebabkan kawasan Jalan Sei Batang Hari, Kelurahan Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal terendam banjir parah. Ketinggian air mencapai setinggi pinggang pria dewasa, sehingga memaksa warga untuk meninggalkan rumah demi menghindari risiko keselamatan.
Fenomena banjir kali ini dipicu oleh Faktor 74, yakni kondisi ketika debit aliran sungai meningkat secara drastis hingga lebih tinggi dari permukaan daratan di sekitarnya. Dalam situasi tersebut, sistem drainase tidak mampu menampung volume air yang terus bertambah, sehingga air meluap dan masuk ke pemukiman warga. Di lokasi kejadian, drainase terlihat penuh dan mengalir deras, sebelum akhirnya tidak sanggup lagi mengalirkan air sehingga terjadi genangan luas.

Hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti membuat kondisi semakin sulit. Arus air di beberapa titik cukup kuat sehingga menyulitkan sebagian warga untuk keluar secara mandiri dari rumah mereka. Jalan Sei Batang Hari, yang biasanya ramai dilalui kendaraan, kini tampak seperti aliran sungai kecil dengan air yang terus bergerak perlahan namun pasti meninggi.
Melihat keadaan itu, aparat pemerintahan Kecamatan Setempat, Camat Medan Sunggal (Irfan Abdilla, S.STP), tampak turun langsung ke lokasi untuk memimpin pemantauan. Ia didampingi oleh Lurah Babura Sunggal, Hadengganan Harahap, S.Pd, serta Kepling setempat, Ev. Maringan Lumban Batu dan teman-teman Kepling wilayah setempat, yang berkoordinasi erat dengan Tim SAR, memastikan bahwa proses penyisiran rumah warga dilakukan secara menyeluruh, terutama di titik-titik banjir terdalam.
Sejumlah warga yang berhasil dievakuasi langsung diarahkan ke tempat pengungsian sementara yang disiapkan pemerintah setempat. Lokasi pengungsian dipilih berdasarkan ketinggian wilayah yang aman dari genangan air.

Hingga laporan ini diterbitkan, hujan deras masih belum mereda. Petugas gabungan terus bersiaga dan memantau perkembangan agar dapat melakukan langkah penyelamatan lanjutan jika debit air kembali meningkat. Pemerintah kecamatan juga telah mengimbau warga yang tinggal di area rawan banjir untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi cuaca masih tidak stabil.
Reporter : Hentimurni Lahagu, S.Kom
















