TamperakNewsmy.id – Jakarta – Ribuan pramuka muslim dari 67 negara larut dalam suasana haru ketika musisi legendaris Iwan Fals mempersembahkan karya terbarunya, “100 Tahun Gontor”, pada malam budaya World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (10/9).
Dengan gitar akustiknya, Iwan membawakan lagu yang diciptakan khusus untuk memperingati satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, pesantren yang didirikan oleh Trimurti dari Ponorogo, Jawa Timur. Suara khasnya langsung memikat hadirin sejak bait pertama, yang mengisahkan semangat perjuangan tiga pendiri pesantren tersebut.
Setiap lirik yang dilantunkan membuat puluhan ribu peserta terhanyut. Bahkan di penghujung lagu, seluruh perkemahan hening ketika Iwan menutupnya dengan doa untuk para pendiri Gontor. Suasana pun berubah menjadi khidmat dan penuh rasa syukur.
Tak berhenti di situ, penyanyi berusia 63 tahun ini kemudian memimpin peserta menyanyikan himne pesantren “Oh Pondokku”. Lagu kebanggaan karya R. Moein dan Husnul Haq tersebut menggema di udara malam, menghadirkan getaran emosional yang menyatukan ribuan hati.
Pesan Damai dari Seorang Legenda
Di sela penampilannya, Iwan menyampaikan bahwa WMSJ bukan sekadar pertemuan pramuka, tetapi juga panggung untuk menyerukan perdamaian dunia.
“Dunia sedang ramai konflik, bahkan Nepal pun dilanda kerusuhan. Tapi di sini, kita berkumpul dengan damai. Itu bukti pramuka bisa jadi teladan persaudaraan,” ujarnya.
Menurut Iwan, kegiatan sederhana dalam pramuka seperti api unggun dan kebersamaan di tenda memiliki makna besar: menumbuhkan kasih sayang antar sesama manusia. “Setiap orang ingin dicintai, dan dari sini cinta itu tumbuh,” katanya menambahkan.
Harmoni Musik, Pesantren, dan Pramuka
Malam budaya WMSJ 2025 akhirnya mencatat sejarah. Lagu “100 Tahun Gontor” tak sekadar persembahan musik, melainkan simbol pertemuan antara tradisi pesantren, gerakan pramuka, dan seni yang menjembatani perdamaian.
Dengan suara seraknya yang penuh penghayatan, Iwan Fals berhasil menghadirkan harmoni tiga pilar penting: peradaban, persaudaraan, dan perdamaian.
Reporter Putri Nefertiti
















