Ancaman Gagal Panen Bayangi Segeran Kidul, Petani Minta DPRD Jabar Awasi Pengelolaan Irigasi

banner 120x600
banner 468x60

TAMPERAK NEWS – INDRAMAYU, Senin,  6 Juli 2026 – Ancaman gagal panen pada Musim Tanam II Tahun 2026 kini membayangi petani di wilayah Desa Segeran Kidul, Kabupaten Indramayu. Kekurangan pasokan air irigasi mendorong para petani meminta DPRD Provinsi Jawa Barat meningkatkan pengawasan agar distribusi air segera diperbaiki dan produksi padi tetap terjaga.

Permintaan ini disampaikan Dudung Badrun selaku perwakilan petani Desa Segeran Kidul pada Senin (6/7), sebagai tindak lanjut kunjungan Anggota DPRD Jabar, Taufik, ke Desa Segeran Lor pada Jumat (3/7) lalu.

Menurut Dudung, kendala utama saat ini adalah berkurangnya aliran air ke lahan persawahan untuk masa tanam kedua. Jika tidak segera ditangani, ribuan hektare sawah berisiko gagal panen dan berimbas langsung pada penurunan produksi padi daerah.

“Masalah utama kami adalah pasokan air yang tidak mencukupi untuk mengairi sawah. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini berpotensi gagal panen dan tentu mengganggu ketahanan pangan,” ujar Dudung.

Ia berharap Anggota DPRD Jabar dapat mendorong pengawasan ketat terhadap pengelolaan irigasi, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar aliran air ke persawahan kembali normal.

Dudung menekankan pentingnya pengawasan tersebut mengingat Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional yang berperan strategis bagi ketahanan pangan. Kelancaran irigasi menjadi kunci utama menjaga produktivitas, terlebih pada musim tanam kedua yang sangat bergantung pada suplai air.

Para petani juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama dinas teknis segera mengambil langkah konkret mengatasi persoalan ini. Tujuannya agar ancaman gagal panen dapat dicegah, hasil panen terjaga optimal, dan kesejahteraan petani tidak terganggu.

Reporter: Magdalena/Wismo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *