Tamperak News – Jakarta – Minggu (8/2/2026) – Keluaran 27:21 (TB)
“Di dalam Kemah Pertemuan, di depan tabir yang ada di depan tabut hukum, haruslah Harun dan anak-anaknya mengaturnya dari petang sampai pagi di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan yang harus dipegang turun-temurun oleh orang Israel.”
Dalam dunia yang semakin gelap akibat kelelahan hidup, tekanan, dan kebingungan arah, terang menjadi kebutuhan yang sangat penting. Terang tidak hanya membantu kita melihat jalan, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan. Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sangat peduli agar terang tidak pernah padam, bahkan di tempat ibadah sekalipun. Terang bukan sekadar simbol, melainkan bagian penting dari relasi manusia dengan Allah.
Keluaran 27:21 berbicara tentang pelita yang harus dijaga agar tetap menyala dari petang sampai pagi di hadapan Tuhan. Pelita itu tidak boleh padam. Ini bukan hanya soal tata ibadah, tetapi juga pesan rohani yang dalam. Tuhan menghendaki terang yang berkelanjutan – bukan terang yang menyala sesaat lalu padam.
Pelita di Kemah Pertemuan melambangkan hadirat Tuhan dan kesaksian umat-Nya. Harun dan anak-anaknya diberi tanggung jawab untuk menjaganya. Artinya, terang tidak menyala dengan sendirinya; ada tanggung jawab manusia untuk memeliharanya. Minyak harus disediakan, sumbu harus dirawat, dan pelita harus diawasi.
Secara rohani, ayat ini berbicara tentang kehidupan iman kita. Iman bukan hanya soal awal yang baik, tetapi tentang kesetiaan menjaga hubungan dengan Tuhan setiap hari. Banyak orang bersemangat di awal, namun membiarkan pelita rohaninya redup karena tidak lagi menyediakan “minyak” berupa doa, firman, dan ketaatan.
Tuhan tidak meminta terang yang spektakuler, melainkan terang yang setia – yang tetap menyala dalam kesunyian malam, saat tidak ada yang melihat. Di situlah iman diuji.
Dalam kehidupan nyata, lampu kecil yang menyala terus-menerus sering lebih berguna daripada cahaya besar yang hanya muncul sesekali. Demikian pula iman yang dijaga dengan konsisten akan berdampak lebih besar daripada semangat rohani yang musiman.
Hari ini, mari kita merenungkan: apakah pelita rohani kita masih menyala? Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk memiliki terang, tetapi untuk menjaganya tetap hidup. Setialah dalam hal-hal kecil, sebab di situlah terang Tuhan dinyatakan melalui hidup kita.
“Allah memanggil umat-Nya bukan hanya untuk menerima terang, tetapi untuk menjaganya tetap menyala.”
– A.W. Tozer










