
Oleh: Johan Sopaheluwakan
“Namun harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (II Korintus 4:7)
Dalam kehidupan ini, ada saat-saat ketika segala sesuatu tampak salah, seolah dunia akan berakhir dan keputusasaan merayap masuk. Di tengah tekanan yang menghimpit, kita sering lupa bahwa kita tidak sendiri. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kita adalah “bejana tanah liat”—rapuh dan terbatas. Namun, di dalam bejana itu, tersimpan “harta” yang tak ternilai: kekuatan Allah yang melimpah-limpah.
Ketika kita merasa tertekan dan bingung, ingatlah bahwa kelemahan kita adalah undangan bagi kuasa Allah untuk dinyatakan. Bukan kekuatan kita sendiri yang akan menyelamatkan kita, melainkan kuasa Allah yang menolong kita bertahan. Saat kita dianiaya karena iman, ditolak, atau ditindas, janganlah putus asa. Allah telah berjanji bahwa kita tidak akan hancur dan tidak akan ditinggalkan.
Kita mungkin merasa seperti bejana yang retak, tetapi justru di situlah cahaya Allah terpancar paling terang. Kita dapat bertahan dan berdiri teguh dalam kekuatan yang berasal dari Allah, dalam kuasa Juruselamat yang penuh kasih. Biarlah kelemahan kita menjadi panggung bagi kemuliaan-Nya, dan biarlah setiap tantangan menjadi kesempatan untuk mengalami kuasa-Nya yang tak terbatas.
#RenunganInspirstif
#JSMinistry
#JournalistSociety
#RotiHidup
#MedioJumat/5/9/2025
















