Renungan Inspiratif: “AKU”: Jangkar di Tengah Badai Kehidupan

banner 120x600
banner 468x60

Oleh : Johan Sopaheluwakan

“Sampai masa tuamu AKU tetap sama dan sampai putih rambutmu AKU menggendong kamu. Aku telah menjadikan dan akan menanggung kamu. Aku akan memikul dan menyelamatkan kamu” (Yesaya 46:4).

Dalam riuhnya kehidupan, masalah keluarga sering kali menjadi badai yang mengombang-ambingkan iman kita. Kita merasa seolah Allah menjauh, tak lagi peduli dengan setiap tetes air mata dan peluh yang kita curahkan. Pikiran-pikiran negatif mulai menghantui, membisikkan bahwa kita telah ditinggalkan, bahwa kasih-Nya tak lagi untuk kita.

Namun, di tengah badai itu, ada janji yang menjadi jangkar bagi jiwa kita: “AKU tetap sama.” Kesetiaan Allah bukanlah fatamorgana yang hilang saat terik matahari menerpa. Ia adalah gunung batu yang kokoh, tempat kita dapat berlindung dari segala gempuran.

Kasih Allah tidak bisa diukur oleh seberapa besar masalah yang kita hadapi. Ia justru semakin nyata saat kita merasa rapuh dan tak berdaya. Salib adalah bukti bisu namun abadi, bahwa kasih-Nya melampaui ruang dan waktu, melampaui segala keterbatasan manusiawi.

Jangan biarkan suara iblis menyesatkanmu dengan bisikan keraguan dan keputusasaan. Berpeganglah pada janji-Nya, pada kasih-Nya yang tak pernah berubah. Ingatlah, bahkan saat rambutmu memutih dan langkahmu mulai gontai, Ia tetap menggendongmu, memikulmu, dan menyelamatkanmu. Kasih-Nya adalah sungai yang tak pernah kering, sumber kehidupan yang abadi.

#RenunganInspiratif
#JSMinistry
#JournalistService
#RotiKehidupan
#Medio30/8/2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *