Pemuda Kristen Harus Ambil Peran dalam Gejolak Politik

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, — Pewarna Indonesia bersama Simposium Setara Menata Bangsa menggelar Diskusi Nasional bertajuk “Pemuda Kristen dalam Pusaran Gejolak Politik” secara daring, Minggu (14/9/2024). Lebih dari 100 peserta dari organisasi pemuda dan tokoh gereja ikut serta, dengan Argopandoyo sebagai moderator.

Dwi Urip Premono dari Simposium Setara menyebut forum ini sebagai awal dari agenda besar. “Pemuda Kristen punya peran penting membangun kesadaran politik inklusif, merespons isu kemiskinan, ketidakadilan, hingga perubahan iklim,” ujarnya. Ia menekankan, forum tak sekadar percakapan, tapi juga rekomendasi nyata bagi pengambil kebijakan.

Tiga narasumber utama tampil: Ketua Umum GMKI Prima Surbakti, Departemen Pemuda PGI Rosi Purnomo, dan Ketua Umum Gempar Yohanes D. Sirait. Hadir pula penanggap, Tigor Tampubolon serta Pdt. Drs. Harsanto Adi dari Asosiasi Pendeta Indonesia.

Prima Surbakti menyoroti pentingnya pemuda Kristen meneguhkan identitas kebangsaan dan melahirkan talenta kepemimpinan. Rosi Purnomo menjelaskan program PGI yang membekali pemuda dengan kepemimpinan, pemetaan sosial, dan pengambilan keputusan. Yohanes D. Sirait menekankan integritas dan kesederhanaan gaya hidup pemimpin serta aksi nyata gereja.

Penanggap menambahkan dimensi penting. Tigor menilai gerakan pemuda Kristen harus berkesinambungan dengan gereja, sementara Pdt. Harsanto menegaskan perlunya organisasi pemuda masuk ke kampus teologi agar lahir gembala yang peka kebangsaan.

Diskusi ditutup dengan kesepahaman: pemuda Kristen harus aktif merespons dinamika politik dan sosial, membangun kesadaran politik inklusif, serta membuka jalan kolaborasi lintas organisasi dan lembaga Kristen.

 

Reporter: Suwidodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *