Pemkab Aceh Barat melalui Disparpora Gelar Napak Tilas Teuku Umar ke – 127

banner 120x600
banner 468x60

Tamperak News + Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) akan menggelar Napak Tilas Teuku Umar ke-127 dalam rangka memperingati wafatnya Pahlawan Nasional Teuku Umar, yang gugur pada 11 Februari 1899 di Suak Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Aceh Barat yang pada tahun 2026 menandai 127 tahun wafatnya Teuku Umar (1899–2026), dan akan dilaksanakan pada 10 Februari 2026, dengan titik awal di Tugu Teuku Umar, Gampong Ujong Kalak (Bate Puteh).

Kepala Disparpora Aceh Barat, Said Azmi, mengatakan bahwa Napak Tilas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk menghidupkan kembali sejarah perjuangan Teuku Umar kepada generasi masa kini.

“Napak Tilas ini adalah upaya mengulangkaji sejarah perjuangan Teuku Umar Johan Pahlawan, sekaligus menanamkan semangat kepemimpinan, keberanian, dan pengorbanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Said Azmi, Senin (26/2026).

Ia menjelaskan, Napak Tilas dilakukan dengan berjalan kaki secara berkelompok mengikuti jejak sejarah para sahabat Teuku Umar yang membawa jenazah beliau saat dikejar pasukan Belanda, dari lokasi tertembaknya di Suak Ujong Kalak hingga tempat pemakamannya di Desa Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu.

Jalur Napak Tilas tahun 2026 memiliki panjang sekitar 54 kilometer, yang dibagi menjadi dua etape. Etape pertama dimulai dari Tugu Teuku Umar Gampong Ujong Kalak menuju Masjid Reudeup, Kecamatan Meureubo, sejauh kurang lebih 29 kilometer. Etape kedua dilanjutkan dari Masjid Reudeup menuju Masjid Mugo, Kecamatan Panton Reu, sejauh sekitar 25 kilometer.

“Jalur Napak Tilas akan melintasi empat kecamatan, yakni Johan Pahlawan, Meureubo, Kaway XVI, dan Panton Reu. Kondisi jalan dan jembatan relatif aman dan kondusif, tanpa memerlukan perbaikan,” jelas Said Azmi.

Napak Tilas Teuku Umar 127 terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, ASN, BUMN/BUMD, hingga seluruh elemen masyarakat. Setiap regu terdiri dari 10 orang dan dibagi dalam dua kelompok untuk mengikuti masing-masing etape. Sepanjang rute, peserta akan didampingi wasit atau juri, serta diarahkan mengikuti jalur yang telah ditentukan.

Untuk menambah nuansa sejarah, panitia juga menganjurkan peserta mengenakan pakaian bernuansa perjuangan. Selain itu, Disparpora Aceh Barat menyiapkan total hadiah sebesar Rp26 juta untuk memeriahkan kegiatan.

Pendaftaran peserta dibuka mulai 22 Januari hingga 9 Februari 2026 dan dipusatkan di Sekretariat Disparpora Aceh Barat. Sementara technical meeting akan dilaksanakan pada 9 Februari 2026.

“Kami berharap Napak Tilas ini tidak hanya menjadi kegiatan olahraga masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat wisata sejarah serta menumbuhkan rasa bangga terhadap pahlawan daerah,” tambah Said Azmi.

Kegiatan Napak Tilas Teuku Umar ke-127 ini mengusung semangat perjuangan yang diwariskan Teuku Umar, sebagaimana kutipan yang menjadi roh acara “Beungoh singoh geutanyoe jep kupi di keude Meulaboh atawa ulon syahid.” (Red/fdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *