Natal PNT 2026 Jadi Lautan Persaudaraan: 800 Warga Tonsea Padati Jakarta, “Manyala Tonseaku!” Menggema

banner 120x600
banner 468x60

Tamperaknews.my.id – JAKARTA, 25 Januari 2026 – Semangat persaudaraan warga Tonsea benar-benar “manyala” di ibu kota. Sedikitnya 800 warga Tonsea dari 55 perkumpulan Watasi tumpah ruah dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar Paimpuluan Ne Tonsea (PNT) di Gedung Mutiara STIK–PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1).
Tak sekadar seremoni keagamaan, perayaan ini menjelma menjadi panggung besar persatuan, budaya, dan identitas Tonsea di perantauan. Antusiasme warga yang memadati gedung sejak sore hari menjadi bukti kuat soliditas masyarakat Tonsea di Jakarta dan sekitarnya.
Esa Lalan Esa Toroan, Tonsea dalam Rumah Besar Kawanua
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Angelica Tengker, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tonsea merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Walewangko, rumah besar Kawanua.
Mengusung semangat “Esa Lalan Esa Toroan”—satu jalan, satu tujuan—ia mengajak seluruh warga untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat keluarga, dan saling menopang kehidupan sosial di tanah rantau.
“Di mana pun orang Tonsea berada, nilai kekeluargaan harus tetap menjadi fondasi utama,” pesannya.
Budaya sebagai Perekat Sosial di Perantauan
Dewan Pembina PNT, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, menyoroti pentingnya budaya sebagai instrumen pemersatu. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan alat strategis untuk membangun relasi sosial yang sehat dan bermartabat.
Ia mendorong setiap warga PNT untuk menjadi Duta Budaya Tonsea, membawa nilai luhur daerah ke dalam bingkai besar Keindonesiaan—tanpa kehilangan identitas.
Kabasaran, Musik, dan Produksi Acara yang Memukau
Nuansa budaya Tonsea terasa sangat kental sepanjang acara. Tarian Kabasaran Sumighi dari Sanggar Matungkas tampil gagah dan memukau, menjadi magnet perhatian tamu undangan. Produksi acara berjalan rapi dan berkelas di bawah arahan Director of Ceremony Vino Pangkey, dipandu duo MC kawakan Lodewyk Ticoalu dan Devie Tirayoh.
Tokoh Nasional hingga Diva Legendaris Hadir
Perayaan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan masyarakat, di antaranya Mayjen TNI Izak Pangemanan, Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay, Dr. Winston Tommy Watuliu, serta tokoh perempuan inspiratif Linda Lubis Sundah, SH dan Poppy Suhandinata Tumengkol.
Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan diva legendaris Conny Constantia serta tiga juara Tonsea Idol: Vincenza Gabriel Samantha, Lifia Greacela Pattyreuw, dan Jeanet Wulan Maria Manua. Sajian kuliner khas Minawerot Tonsea yang didatangkan langsung dari daerah asal pun menjadi pelepas rindu kampung halaman.
“Manyala Tonseaku!” Dari Tonsea, Oleh Tonsea, Untuk Tonsea
Ketua Panitia Noldy Sumakto bersama Ketua Umum PNT Brigjen Pol. Christ R. Pusung, S.I.K., M.Han., M.H., mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen warga yang membuat acara berlangsung sukses dan penuh makna.
Tagline “Manyala Tonseaku!” bukan sekadar jargon, melainkan simbol energi kolektif dan semangat Minawerot yang terus hidup—dari, oleh, dan untuk orang Tonsea, di mana pun berada.
Perayaan ini pun menegaskan satu hal: Tonsea di perantauan bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh, menyala, dan memberi terang.

Reporter ; Putri Nefertiti/Mayuli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *