Tamperak News – Jakarta – Sebuah gebrakan monumental terjadi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (15/10/2025). Hasyim Djojohadikusumo, utusan khusus Presiden Prabowo Subianto, secara mengejutkan meminta gereja dan lembaga Kristen untuk menjadi pengawas utama program Makan Bergizi Gratis (MBG), program andalan sang presiden!
Rakernas yang dibuka dengan ibadah khidmat dipimpin oleh Ketua Umum PGPI, Pendeta Dr. Jason Balompapueng, dengan tema “Panggilan di Tengah Badai” yang terinspirasi dari Matius 14:22-33. Pendeta Jason dalam kotbahnya menegaskan bahwa gereja Pantekosta sudah terbiasa menghadapi tantangan berat.

Lebih lanjut, Pendeta Jason menyampaikan aspirasi PGPI agar dapat memiliki rumah sakit, sehingga para pendeta dapat memperoleh perawatan kesehatan yang layak. Ia juga mengapresiasi pidato Presiden Prabowo di PBB yang menyerukan persatuan global demi tujuan mulia.
Kehadiran Hasyim Djojohadikusumo di Rakernas PGPI menjadi sorotan utama. Dalam seminar wawasan kebangsaan, Hasyim dengan nada berapi-api menyerukan keterlibatan aktif gereja dan lembaga Kristen dalam mengawasi program MBG.
“Jika ada indikasi pelanggaran atau korupsi dalam program MBG, jangan ragu laporkan langsung kepada saya atau Bapak Presiden! Kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu!” seru Hasyim dengan lantang.
Hasyim menjelaskan bahwa program MBG adalah prioritas utama pemerintah untuk menanggulangi masalah stunting yang masih menghantui 30% anak-anak Indonesia. Program ini bukan sekadar janji manis, melainkan wujud nyata kepedulian Prabowo Subianto yang telah memikirkan masalah gizi sejak tahun 2006. Bahkan, usai memenangkan pilpres, Prabowo langsung tancap gas menetapkan program MBG sebagai solusi konkret.
“Meski ada riak-riak kecil seperti temuan ‘kutu’ atau ‘belatung’, bahkan laporan keracunan, program MBG tidak akan surut! Ini adalah misi suci untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa!” tegas Hasyim.
Hasyim juga memastikan bahwa program MBG akan menjangkau seluruh pelosok negeri, termasuk daerah terpencil, dengan target 78 juta anak-anak dan 4 juta ibu hamil, termasuk anak-anak dari keluarga jemaat.
“Ada oknum-oknum yang berusaha menjegal program ini, tapi kami tidak akan gentar! MBG adalah kunci untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak Indonesia!” pungkas Hasyim.
Rakernas PGPI juga dihadiri oleh perwakilan Gubernur DKI Jakarta yang mengajak seluruh warga untuk bersatu membangun Jakarta sebagai kota global. Dirjen Bimas Kristen Protestan Kementerian Agama, Dr. Jeane Tulung, mengajak PGPI untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi mewujudkan kedamaian, toleransi, dan kerukunan beragama.
Reporter: Johan Sopaheluwakan
















