Tamperak News – Tangeramg – Ruas Jalan Otonom Pasar Kemis–Cikupa, Kabupaten Tangerang, kembali menelan korban jiwa. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan rusak parah diduga menjadi penyebab utama rentetan kecelakaan lalu lintas yang terus berulang tanpa solusi nyata dari pemerintah.
Ironisnya, dalam bulan ini saja sudah dua kali terjadi kecelakaan fatal. Terbaru, seorang laki-laki meninggal dunia usai terjatuh akibat jalan berlubang dan terlindas kendaraan berat pada Rabu (11/2/2026). Peristiwa tersebut menambah daftar panjang korban di jalur yang setiap hari dilintasi ribuan pengendara.
Kondisi ini memicu kemarahan dan keprihatinan Dewan Pimpinan Wilayah LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (DPW LSM TAMPERAK) Provinsi Banten.
Ketua DPW LSM TAMPERAK Banten, Ahmad Sudita, secara tegas menyentil keras Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si dan Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.A.P. atas lambannya penanganan infrastruktur yang membahayakan keselamatan warga.

“Ini bukan lagi soal jalan rusak biasa. Ini soal nyawa manusia. Dalam satu bulan sudah dua korban meninggal. Apakah harus menunggu korban berikutnya baru ada tindakan serius?” tegas Ahmad Sudita kepada awak media,Rabu (11/2/26).
Menurutnya, pemerintah tidak boleh terus bersembunyi di balik alasan kewenangan atau administrasi. Jika memang jalan tersebut berstatus nasional, koordinasi lintas instansi seharusnya bisa dilakukan dengan cepat demi keselamatan masyarakat.
“Pak Bupati dan Pak Gubernur jangan tutup mata. Masyarakat tidak peduli ini kewenangan siapa. Yang mereka tahu, jalan ini ada di wilayah Banten dan hampir setiap hari memakan korban. Jangan hanya tambal sulam yang besok rusak lagi. Lakukan perbaikan menyeluruh dan permanen,” tegasnya.
Ahmad Sudita menilai, pembiaran terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian serius dalam memberikan pelayanan publik. Ia juga menegaskan bahwa DPW LSM TAMPERAK akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Pemerintah daerah harus hadir dan menunjukkan keberpihakan kepada rakyat, bukan hanya hadir saat seremoni atau agenda politik. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab utama,” ujarnya.
DPW LSM TAMPERAK mendesak Bupati Tangerang dan Gubernur Banten segera turun langsung meninjau lokasi serta memastikan adanya langkah konkret dan terukur dalam waktu dekat. Sebab, setiap hari keterlambatan penanganan berarti mempertaruhkan nyawa pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun Pemerintah Provinsi Banten terkait langkah perbaikan permanen di ruas Jalan Otonom Pasar Kemis–Cikupa tersebut. (Red/JS)
















