Tim Mahasiswa Berdampak UTU Diberangkatkan ke Waq Toweren, Aceh Tengah

banner 120x600
banner 468x60

Tamperak News – ACEH TENGAH – Universitas Teuku Umar (UTU) secara resmi memberangkatkan salah satu tim yang lolos Program Mahasiswa Berdampak Bencana menuju Kampung Waq Toweren (Toweren Musara), Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Keberangkatan dilakukan secara bertahap setelah pelepasan simbolis oleh Kementerian Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemensaintek Dikti).

Tim yang diberangkatkan berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UKM PK UTU) dengan mengusung program bertajuk “Bersama Sumang, Bangkit Menuju Desa Tangguh Bencana.” Tim ini terdiri atas dua dosen pendamping, satu tenaga ahli, serta 50 mahasiswa aktif UKM PK UTU yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama 30 hari di lokasi terdampak bencana.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengabdian, tim sempat singgah di Desa Melala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, untuk menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai. Bantuan tersebut disalurkan sebagai tindak lanjut atas permohonan warga setempat kepada UTU guna memenuhi kebutuhan pascabencana.

Kedatangan tim di Desa Melala disambut hangat oleh warga, termasuk Reje Kampung dan keluarga Ibu Khasnawati. Ibu Khasnawati mengungkapkan bahwa rumahnya pernah menjadi tempat singgah sekitar 100 orang relawan, termasuk Basarnas, komunitas off-roader, dan mahasiswa yang membantu warga saat bencana melanda. “Saat bencana lalu, rumah ini menjadi tempat tinggal relawan selama berhari-hari,” ujarnya.

Ketua Tim Mahasiswa Berdampak, Irsadi Aristora, menyampaikan salam dari Rektor Universitas Teuku Umar kepada masyarakat dan Reje Kampung. Ia menjelaskan bahwa Rektor UTU tidak dapat hadir langsung karena sedang menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak bencana lainnya, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Bireuen. “Semoga bantuan titipan dari masyarakat yang kami salurkan dapat bermanfaat bagi warga,” kata Irsadi.

Selama berada di Kampung Waq Toweren, tim akan menjalankan sejumlah program pengabdian, antara lain penyediaan air bersih, penyusunan dokumen kontinjensi bencana kampung, Sekolah Bencana, pembentukan Kampung Siapsiaga dan Tangguh Bencana, serta pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani mitra. Seluruh program tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kemensaintek Dikti.

Tim berangkat dari Kampus UTU pada pukul 10.12 WIB melalui jalur Beutong Ateuh Banggala dan tiba di Kampung Waq Toweren pada pukul 22.05 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Reje Kampung Waq Toweren, Abdul Habir, bersama kelompok mitra penerima manfaat.

Dalam pertemuan perdana, Abdul Habir menekankan pentingnya kemandirian mahasiswa selama menjalankan program di kampung tersebut. “Kami masyarakat Kampung Waq Toweren siap membantu seluruh program Mahasiswa Berdampak selama berada di kampung kami,” ujarnya. (Red/fdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *