Pemasangan Jaring Pengaman di Rusunawa Marunda Beri Tanda Tanya: Vendor Tak Jelas, K3 Tidak Ada

banner 120x600
banner 468x60

Tamperak News – Jakarta Utara, DKI Jakarta – Rabu (17/12/2025) – Pemasangan jaring pengaman di Rusunawa Marunda, yang berlokasi dekat dengan cagar budaya Masjid Al Alam dan rumah peninggalan Pitung, seharusnya menjadi upaya meningkatkan keamanan penghuni lantai atas. Jaring tersebut dimaksudkan untuk mencegah barang jatuh dan melindungi anak-anak yang bermain agar tidak terjatuh. Namun, proyek ini kini menyimpan banyak pertanyaan.

Menurut narasumber Hy, pekerjaan tersebut seharusnya dikelola oleh vendor, namun pihaknya mengklaim vendor telah pergi dan meninggalkan proyek. Kepala Rusunawa II Marunda, Bahrudin, kemudian memberikan tugas kepada Kasatpel Penertib Keamanan Lingkungan, Frenky Pakpahan, untuk menyelesaikannya. Frenky dikabarkan memperkerjakan masyarakat sekitar dan bahkan meminta pegawai PJLP (Petugas Jaga Lingkungan Permukiman) membantu pekerjaan tersebut, padahal hal ini di luar koridor tugas PJLP.

Namun, Frenky memberikan penjelasan berbeda. Beliau menyatakan vendor masih ada dan tidak kabur, hanya jarang datang dengan penanggung jawab lapangan yang selalu hadir setiap hari. Namun, ketika ditanya nama perusahaan kontraktor dan alasan tidak adanya perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi pekerja, Frenky mengaku tidak mengetahui detailnya.

Beberapa kejanggalan terlihat dalam proyek ini:

– Tidak ada papan PAGU (Papan Informasi Garapan Umum) yang terpasang di lokasi kerja.
– Para pekerja tidak dibekali perlengkapan K3 secara prosedural.
– Nama perusahaan pemborong yang seharusnya menangani proyek tidak dapat diidentifikasi.
– Frenky sebagai kasatpel, yang bukan merupakan pihak vendor atau mandor proyek, malah menjawab pertanyaan terkait mekanisme kerja dan penawaran pekerjaan kepada pegawai PJLP untuk mencari uang sampingan akibat kekurangan tenaga kerja.

Sampai saat berita ini diterbitkan, Kepala Rusun Nawa II Bahrudin belum dapat ditemui untuk memberikan keterangan. Kondisi ini membuat proyek pemasangan jaring pengaman tersebut masih menyimpan misteri besar terkait kelengkapan administrasi dan kepatuhan terhadap peraturan kerja.

Reporter: Beks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *