Tamperak News – Aceh Barat – Pembangunan ruas jalan alternatif yang menghubungkan Desa Cot Murong, Kecamatan Woyla Induk, dengan Desa Seumuleng, Kecamatan Bubon, mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Jalan sepanjang enam kilometer ini menjadi solusi penting bagi warga yang selama bertahun-tahun kesulitan akses, terutama saat musim hujan dan banjir merendam jalur utama di Ateung Teupat.
Jalan Cot Murong–Seumuleng yang dibangun melalui program Karya Bhakti TNI bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kini mulai bisa dimanfaatkan warga. Jalan tersebut diperkeras dengan material sirtu, dilengkapi parit, dan enam tiang lampu penerangan. Infrastruktur baru ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedalaman.
Tokoh masyarakat Seumuleng, Tgk. Abdullah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Menurutnya, pembangunan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah bersama TNI terhadap kebutuhan rakyat kecil.
“Selama ini kami sangat terbatas dalam akses, apalagi ketika jalan utama terendam banjir. Dengan adanya jalan alternatif ini, masyarakat bisa lebih mudah mengangkut hasil pertanian dan anak-anak sekolah juga lebih aman berangkat ke sekolah. Kami ucapkan terima kasih kepada TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Senada dengan itu, warga Cot Murong, Nurhayati, mengaku sangat terbantu dengan jalan baru tersebut. “Dulu kalau mau ke pasar, kami harus memutar jauh atau menunggu jalan kering. Sekarang, dengan jalan baru, waktu tempuh bisa lebih singkat. Harapan kami, jalan ini nantinya juga bisa diaspal agar lebih kuat dan tahan lama,” katanya.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., dalam peresmian sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan jalan Cot Murong–Seumuleng adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. “Kami mengapresiasi dedikasi prajurit TNI dan dukungan masyarakat. Jalan ini adalah contoh nyata bahwa kolaborasi bisa menghasilkan manfaat besar bagi rakyat,” ucapnya.
Selain menjadi jalur alternatif saat banjir, jalan ini juga diharapkan meningkatkan aktivitas ekonomi warga. Hasil panen masyarakat seperti padi, jagung, dan kelapa sawit kini lebih mudah dipasarkan ke pusat kecamatan maupun ke luar daerah. Jalur ini juga mempercepat hubungan sosial antarwarga dua kecamatan, Bubon dan Woyla Induk.
“Dampaknya akan besar. Bukan hanya untuk transportasi hasil pertanian, tapi juga untuk mempermudah akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga urusan administrasi. Kami berharap pemerintah ke depan bisa melanjutkan peningkatan jalan ini dengan pengaspalan,” ungkap M. Yusuf, warga lainnya.
Reporter: Fadhil
















